Selasa, 07 Agustus 2012

modul KLS X PUISI LAMA


MENULIS PUISI LAMA

Ciri-ciri puisi lama
1. Bersifat anonim, yaitu nama pengarang tidak dicantumkan dalam karya sastra.
2. Merupakan milik bersama masyarakat.
3. Muncul karena adat dan kepercayaan masyarakat.
4. Bersifat istana sentris, maksudnya ceritanya berkisar pada lingkungan istana,
5.  Dipublikasikan atau disebarkan secara lisan.
6. Menggunakan bahasa kiise, yaitu bahasa yang bentuknya tetap.
Berdasarkan jenisnya, puisi (ama dibedakan sebagai berikut.

1.  Pantun
Pantun ialah puisi lama yang terikat oleh syarat-syarat tertentu, seperti banyak baris, banyak suku
kata, kata, persajakan, dan isi.
Secara tegas, ciri-ciri pantun sebagai berikut.
a. Terdiri atas empat baris (selalu genap) dan merupakan satu kesatuan yang disebut bait/kuplet.
b. Setiap baris terdiri atas empat kata yang dibentuk dari 8-12 suku kata (umumnya 10 suku kata).
c. Separuh bait pertama merupakan sampiran dan separuh bait berikutnya merupakan isi.
d. Persajakan sampiran dan isi selalu paralef (ab-ab. abc-abc, abcd-abcd, atau aa-aa).

Contoh:
Asam kandis asam gelugur,
ketiga asam riang-riang.
Menangis di pintu kubur,
teringat badan tak sembahyang.

2.  Syair
Syair berasal dari bahasa Arab syu’ur yang artinya "perasaan". Syair merupakan puisi lama yang terdiri atas empat baris, berisi nasihat, dongeng, alau sebagian besar berisi cerita. Syair mengutamakan isi.
Adapun ciri-ciri syair sebagai berikut.
a.  Setiap bait terdiri atas empat baris.
b.  Setiap baris terdiri atas 4-5 kata (8-12 suku kata).
c. Terdapat persamaan bunyi atau sajak aknir sama dan sempurna.
d. Tidak ada sampiran sehingga keempatnya merupakan isi.
e. Terdiri atas beberapa bait dan setiap bait saling bertiubungan,
f.   Biasanya berisi cerita atau berita.

Contoh:
Syafr Makrifat
Menulis syair tak kunjung tamat
Karena tak sampai puisi pada makrifat
Menulis syair tak kunjung tamat
Karena tak sampai kata pada hakikal

Bagaimana cara membilang diri akan seiamat
Jika syair tak mencapai aiamal
Bagaimana cara membilang syair terhebat
Jika dhaif diri di depan sang maha dahsyat
……………………..
Malang, 22 Aguslus 2007 Sumber: Nanang Suryadi datam Fowm Studi Seni dan Sastra
3.  Gurindam
Gurindam berasal dari bahasa Tamil yang berarii 'perhiasan atau bunga'. Gurindam merupakan puisi lama, yaitu satu bait terdiri atas dua baris, memiliki irama yang sama. dan merupakan satu kesatuan yang utuh. Baris pertama merupakan syarat, sedangkan baris kedua merupakan jawabannya. Gurindam berisi petuah atau nasihal.



 Contoh:
Apabila tsrpelihara mata,
sedikitlah cita-cila.
Apabila terpelihara kuping,
kabar yang jahat tiadalah damping.
Apabila terpelihara lidah,
niscaya daripadanya dapat faedah.
Sumber: GuiiivSarn Duabeias, pasal 3. htip://cuftu re.melayuonline.co

A. Setelah memahami ciri-ciri dan langkah menyusun puisi lama, coba kerjakan latihan berikut ini!
1. Amatilah dua puisi fama berikut!
2. Kemudian, identifikasikan banyak bait, irama, dan rima pada dua puisi berikut!
3. Manakah puisi yang merupakan pantun atau syair? Coba, tunjukkan!


Puisi 1
                                 
Kalau ada sumur di iadang,
bolehlah Tuan menumpang mandi.
Kalau diberi umur panjang.                 
bolehlah kita berjumpa lagi.                 
Mulut manis hatinya baik,                   
ilu nasihal turun-temurun.                   
Benda apa yang selalu naik,                 
selalu naik saat hujan turun.    

Puisi 2

Pada zaman dahulu kala.
Ada sebuah negeri aman sentosa.
Dipimpin seorang raja bijaksana.
Tiada salu musibah dan bahaya.
Negeri tersebut berada di ujung timur.
Rakyatnya hidup rukun dan makmur.
Tiada negara ingin berlempur.
Ingin merebut negeri bertanah subur.

B.  Kerjakan kegiafan berikul ini!
1.  Buatlah dua bait pantun mengacu pada syarat-syarat pantun. Kemudian, jelaskan isi pantun yang Anda buat!
2.  Buatlah dua bait syair mengacu pada syarat-syarat syair. Kemudian. jelaskan isi syair tersebut!
3.  Bacakan hasilnya di depan kelas secara bergiliran!
4.  Berikan pendapat beserta alasan Anda terhadap hasil puisi lama yang telah dibacakan dari segi ketepatan syarat-syarat puisi lama dan Isi puisi lama tersebut!

 
PUISI LAMA
(Pantun, syair)

DEFINISI PUISI
Puisi adalah jenis karangan yang dalam penyajiannya sangat mengutamakan kegayaan kata. Kata yang bergaya merupakan salah satu unsur terpenting yang selalu dipikirkan penyair dalam mengungkapkan ide atau perasaan.

UNSUR-UNSUR PUISI
  1. Tema, yaitu pokok persoalan yang akan   diungkapkan oleh penyair. Tema ini tersirat dalam keseluruhan isi puisi.
  2. Rasa, yaitu sikap penyair terhadap pokok persoalan yang terkandung didalam puisi.
  3. Nada, yaitu sikap penyair terhadap pembacaannya. (adanya sikap merayu, mengadu, mengkritik, dan sebagainya)
  4. Amanat, yaitu pesan yang akan disampaikan oleh penyair kepada pembaca.

MEMBACA PUISI DENGAN LAFAL DAN INTONASI YANG TEPAT
Memberi penanda jeda dan tekanan dalam teks puisi.
l  Tanda / merupakan jeda pengganti koma
l  Tanda // merupakan jeda pengganti titik.
l  Tanda        untuk tekanan keras.
l  Tanda … untuk tekanan lembut.
l  Tanda      untuk intonasi naik.
l  Tanda       untauk intonasi datar.
l  Tanda        untuk intonasi turun.

MEMAHAMI ISI PUISI DENGAN CARA MENENTUKAN UNSUR-UNSUR INTRINSIK
l  Tema
l  Amanat
l  Nada
l  Pilihan kata (makna konotatif)
l  Irama (turun naik, keras lemah, dan cepat lambat) yang dapat memberi kekuatan ketika membaca puisi.

SELAMAT TINGGAL, PERIANGAN

Taman sari, tanah Peringan,
Sekarang ini berpisah kita,
Kereta api hampir berjalan,
Selamat tinggal alam jelita,
Negri lain datang meminta,
Engkau kan hanya tinggal kenangan,
Tempat, dimana mendapat cinta
Akan selalu teraangan-angan.

Peluit berbunyi, tinggalah engkau,
Bukit dan gunung hijau berkilau,
Alam rupawan menawan hati
Tnggalah kaota, tinggalah dusun,
Tinggalah sawah turun bersusun,
Kamu kucinta sampai mati.

Mendengarkan Pembacaan Puisi

Bahasa dalam puisi bersifat pekat, padat, dan menggunakan lambang, serta pengiasan, sehingga kita harus betul-betui memahami makna puisi dengan cermat. Pembacaan puisi akan tampak menarikjika pembaca memahami isi puisi yang dibacakan.
1. Beberapa Hal yang Harus Diperhatikan dalam Membaca Puisi
Hal-hal yang harus diperhatikan dalam membaca puisi:
a. Ekspresi mimik
Perubahah raut muka untuk memperkuat penghayatan yang meliputi gerakan mata, kening, dan wajah selaras dengan isi puisi.
b. Gestur
Gerak^-gerik anggota tubuh. Fungsinya sama dengan mimik, misalnya: kepalan tangan, hentakan kaki, gelengan kepala. Hal ini akan membantu untuk menjiwai dan menghidupkan penyajian puisi.
c. Enjambemen
Perloncaraff baris dalam sajak. Dalam membaca puisi kadang-kadang kita narus menyatakan dua larik/lebih dalam kesatuan pembacaan. , Contoh:
Tapi Sedang dengan cermin Akuengganberbagi Puisi di atas terdiri atas tiga larik, tetapi dalam pembacaan harus kita satukan seofan-olati merupakansatularik. Contoh: "Tapi, sedang dengan cermin aku enggan berbagi (terjadi perloncatan pembacaan larik).
d, Intonasivang tepat
Kalimatdiucapkan'dengan jelas. Apabila salah menggunakan intonasi, maka pesan tidak akantersampaikan. .
e. .Volume suara
Volume suara berkaitan dengan teknik vokal. Teknik vokal yaitu pengucapan kata-kata secarawajartanpadibuat-buat.

Membubuhkan Tanda-tanda Pembacaan pada Teks Puisi

Tanda-tanda pembacaan mempunyai fungsi
sebagai rambu-rambu pola intonasi, nada, temp:
dan irama pembacaan.
bementi sebentar f,)
berhenti (.} //»•         intonasi naik ^         intonasi turun
pengucapan kata dengan pembens-
tekanantertentu
langsung pgda baris berikutn;:
(enjambemen)

3. Menafsirkan Makna Puisi
CaranienafsirkanpuisLadalah sebagai benkut a"l^rTcarrunsurintrinsikdanunsurekstrtns^
1) Unsurlntrinsik puisi meliputi, tema.aman? musikalisasi, korespondensi, diksi, dan nade
2) Unsur Ekstnnsik puisi meliputi lats belakang penulisan.
a. Latar belakang penulisan meliputi: late belakang pengarang dan latar belakar: sosial budaya, 
b. Menafsirkan makna puisi dengan cara memparafrasekan.
 c. Menafsirkan makna kata secara lugas temadap kata-kata sukar yang terdapat dalar teks.
d. Menafsirkan makna puisi secara kiasar lambang, dan secara keseluruhan.

Bacalah puisi di bawah ini dengan saksama.'
Saw/ah
Sawah tersusun di lereng gunung Berpagar dengan BukitBarisan
Sayup-sayup ujung ke ujung Padi mudanya hijau berdandan
Di danau perawan duduk menyulam Matanya memandang padi huma Sekali-sekali ia bermalam Dipetik dari hati mudanya Kalau turun pipit berkawan Merayap hinggap di mayang padi Terdengar teriak suara perawan Menyuruh pipit menjauhkan diri Kalau pipit sudan terbang Melayang hifang pufang kerimba
Perawan bernyanyi menembang tembang
Menyesali pipit tak lahu diri "Mengapa engkau aduhai pipit Tak tahu diarti iba kaslhan Badanku payah menanggung sakit Mencucur keringat sepanjang zaman Padi kupupuk seiak semula Engkau tahu memakan saja?"


Hasymi H.B. Yassin, Pujangga Baru, Prosa, dan Puisi, Penerbit PT Gunung Agung, Jakarta, 1963, halaman205.
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini dengan jawaban yang tepat!
1. Tentukan tema puisi di alas!                                     4. Bernada bagaimanakah puisi tersebut?
Jawab: —...................—,—....-.............,.-....-—                  Jawab: ............................................................
2. Jelaskan amanat yang terdapatdalam puisi diatas!   5- Gaya bahasa apa yang digunakan dalam puisiJawab............................................................       tersebut?
3. Bagaimana hubungan tema dan amanat dengan       Jawab: ............................................................
masalah sosial budaya?
Jawab: ............................................................




Ubahlah puisi berikut menjadi bentukprosa!

Karangan Bunga
Tiga anak kecil Dalam langkah malu-malu Datang ke Salemba Sore itu
Ini dari Kami bertiga
Pita hitam pacfa karangan bunga
Sebab kami ikut berduka
Bagi kakak yang ditembak mati
Siang tadi
(Taufik Ismaii)



Tidak ada komentar:

Posting Komentar